08-12 july 2029
Assalamualaikum wr. wb
Saya Rizky Romaito Ritonga
Nim 1720300019
Jurusan Tadris Bahasa Inggris
DPL: Dr.H. Akhiril Pane, S. Ag. M. Pd
Desa: Pijorkoling, kec. Dolok, Sipiongot Padanglawas Utara
KKL DR Padangsidimpuan tahun ajaran 2020-2021.
#08 Agustus 2020
Pemberdayaan Ekonomi masyarakat pada masa pandemic.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2330672980574112&id=100008942987489
#09 Agustus 2020
Manfaat Sehat Buah.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2330934837214593&id=100008942987489
#10 Agustus 2020
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2332074920433918&id=100008942987489
sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain” adalah, bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain.
DariAbdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Bacakan Alquran kepadaku. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, aku harus membacakan Alquran kepada baginda, sedangkan kepada bagidalah Alquran diturunkan? Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku senang bila mendengarkan dari orang selainku. Kemudian aku membaca surat An-Nisa’. Ketika sampai pada ayat yang berbunyi: {Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu).} Aku angkat kepalaku atau secara mendadak ada seseorang berada di sampingku. Dan ketika aku angkat kepalaku, aku melihat beliau mencucurkan air mata. Sahih Muslim No: 1332
Imam Nawawi berkata [Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari hadis ini, di antaranya: sunat hukumnya mendengarkan bacaan Alquran, merenungi, dan menangis ketika mendengarnya, dan sunat hukumnya seseorang meminta kepada orang lain untuk membaca Al Quran agar dia mendengarkannya, dan cara ini lebih mantap untuk memahami dan mentadabburi Al Quran, dibandingkan dengan membaca sendiri].
“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim)
“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)
“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)
Adapun maksud dari mengajarkan Al-Qur`an, yaitu mengajari orang lain cara membaca Al-Qur`an yang benar berdasarkan hukum tajwid. Sekiranya mengajarkan ilmu-ilmu lain secara umum atau menyampaikan sebagian ilmu yang dimiliki kepada orang lain adalah perbuatan mulia dan mendapatkan pahala dari Allah, tentu mengajarkan Al-Qur`an lebih utama. Bahkan ketika Sufyan Ats-Tsauri ditanya, mana yang lebih utama antara berjihad di jalan Allah dan mengajarkan Al-Qur`an, dia mengatakan bahwa mengajarkan Al-Qur`an lebih utama. Ats-Tsauri mendasarkan pendapatnya pada hadits ini.
Namun demikian, meskipun orang yang belajar Al-Qur`an adalah sebaik-baik orang muslim dan mengajarkan Al-Qur`an kepada orang lain juga sebaik-baik orang muslim, tentu akan lebih baik dan utama lagi jika orang tersebut menggabungkan keduanya. Maksudnya, orang tersebut belajar cara membaca Al-Qur`an sekaligus mengajarkan kepada orang lain apa yang telah dipelajarinya. Dan, dari hadits ini juga dapat dipahami, bahwa orang yang mengajar Al-Qur`an harus mengalami fase belajar terlebih dahulu. Dia harus sudah pernah belajar membaca Al-Qur`an sebelumnya. Sebab, orang yang belum pernah belajar membaca Al-Qur`an, tetapi dia berani mengajarkan Al-Qur`an kepada orang lain, maka apa yang diajarkannya akan banyak kesalahannya. Karena dia mengajarkan sesuatu yang tidak dia kuasai ilmunya.
#11 Agustus 2020
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2333720953602648&id=100008942987489
#12 Agustus 2020
Etika Berbicara
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2333664383608305&id=100008942987489
Nah....jadi sahabat online semua pasti punya kan teman atau orang yang dekat dengan sahabat online semua yang sering mengabaikan etika berbicara ini...? Heheh sama kok Saya juga punya teman yang sering mengabaikan etika berbicara ini, bahkan saya juga pernah seperti itu, tapiii sampai saat ini saya selalu berusaha memperbaiki etika saya ketika berbicara tarhadap orang lain.ππ
Maka, tentu kita perlu belajar soal etika dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal berkomunikasi.
Maka apa saja etika yang perlu kita perhatikan ketika berbicara dengan orang lain.
1. Menatap/fokus Terhadap Lawan Bicara
Ketika berbicara dengan orang lain sebaiknya arahkan pandangan mata menatap lawan bicara dan fokus mendengarkan apa yang di katakan oleh lawan bicara kita.
Tetapi fokus ini juga tidak termasuk kepada lawan bicara yang sedang sibuk seperti supir yang sedang menyetir mobil dan lain sebagainya.
2. Jaga Sikap Seperti Meminta Maaf saat Ingin Memotong Pembicaraan
Saat sedang berbicara dengan orang lain terus Handphone sahabat berbunyi maka katakan lah maaf jika ingin menjawab telpon tersebut. Dan jika ingin memotong pembicaraan lawan bicara kita alangkah baiknya katakan maaf.
3. Jangan Terlalu Mendominasi Pembicaraan
Berkomunikasi dengan orang lain mencakup dua hal: berbicara dan mendengarkan. Sahabat perlu seimbang dalam kedua hal tersebut. Jangan mendominasi obrolan dengan terlalu banyak berbicara, apalagi kalau saking bawelnya kamu sampai memotong kata-kata lawan bicara. Hal itu sangat tidak sopan dan berpotensi menimbulkan salah paham di pihakmu.
Mendominasi pembicaraan sebenarnya akan merugikan diri sendiri. Karena ketika berbicara dengan orang lain kita bisa bertukar pikiran, menimba ilmu dari lawan bicara. Tapi jika sahabat yang terus berbicara, maka tidak ada manfaat yang sahabat dapat. Maka dari itu berilah kesempatan terhadap lawan bicara untuk berbicara, dan bisa jadi sahabat akan mendapatkan pengetahuan dan pandangan baru dari kata-katanya.
4. Hindari Kata-Kata Sulit
Sahabat semuanya pasti memiliki wawasan yang sangat luas dan sangat mengetahui tentang kata- kata sulit? Itu bagus, tapi tidak perlu pamer bukan? Ketika berbicara dengan orang lain, jangan gunakan kata-kata sulit ya sahabat, yang kemungkinan besar tidak dimengerti oleh lawan bicaramu, karena ia bisa jadi minder jika kamu melakukan itu. Lagipula, itu tidak akan membuatmu terlihat keren, tapi malah terlihat menyebalkan. Heheπ π
Ingat, orang yang cerdas bukanlah orang yang mampu menggunakan kata-kata sulit ketika berbicara dengan orang lain. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang mampu menyampaikan gagasan sulit dengan kata-kata sederhana sehingga bisa dimengerti oleh semua orang. Jadilah rendah hati dan orang-orang pasti akan menyenangi sahabat dengan selalu menggunakan kata-kata yang mudah dipahami.
Mematuhi etika memang menuntut banyak penyesuaian, terutama jika selama ini kamu tidak terbiasa melakukannya. Tapi jika kamu ingin merubahnya sahabat pasti bisa melakukannya.
Mungkin sekian dulu ya sahabat
Jangan lupa buat like, comment juga share ya guys setiap postingan yg saya uploadπ€π.
Fb: Rizky Romaito Ritonga
Ig: Rizky Romaito Ritonga
Yt: Rizky Romaito
#KKLDRIAINPADANGSIDIMPUAN
#KKLIAINPSP
#Keephealthy
#Stayathome
#lp2m
#pijorkoling
Assalamualaikum wr wb
Sungguh sangat bermanfaat
BalasHapus